Catatan Perjalanan Ibadah Umrah (- 9 -)

Pelaksanaan Ibadah Umrah dan Estetika Hotel Zam-Zam Tower

Hotel Zam-Zam Tower
Sabtu, 3 Maret 2012, sekitar pukul 21.00 waktu setempat, kami tiba di Kota Mekkah. Dari kejauhan telah nampak sebuah bangunan menjulang tinggi yang sangat megah, menjadi petunjuk keberadaan Masjidil Haram di segala penjuru, yakni Hotel Zam-Zam Tower. Hotel terbesar dan termewah di Kota Mekkah, dengan ketinggian puncak mencapai 601 m (1.972 kaki) ini dirancang oleh para arsitek dari Dar Al Handasah Architects dan pelaksanaan pembangunannya dilakukan oleh Saudi bin Ladin Group.
Untuk menginap rombongan kami dipecah menjadi dua, sebagian di Hotel Zam-Zam Tower dan sebagian lagi di Hotel Dar Al Eiman Royal, yang berada tepat di sebelah kanan Hotel Zam-Zam Tower jika menghadap ke Masjidil Haram. Alhamdulillah, saya menempati lantai 6 kamar 615 Hotel Zam-Zam ini. Bangunan hotel tertinggi di Arab Saudi dan tertinggi kedua setelah Burj Dubai di Dubai, Uni Emirat Arab ini dapat menampung 100.000 orang. Di puncak Hotel Zam-Zam Tower diletakkan sebuah jam pada setiap sisi. Jam ini memiliki panjang dan lebar 80 meter. Keempat jam ini dipasang pada ketinggian 530 meter, sehingga menjadikan jam ini sebagai yang terbesar sekaligus tertinggi (berdasarkan letaknya) di dunia.
Jam Raksasa di Hotel Zam-Zam Tower

Setelah kami menyantap makan malam di lantai P3, rumah makan khas Indonesia satu-satunya yakni “Mr. Sate”, saya dan rombongan melanjutkan rangkaian ibadah umrah dengan melaksanakan thawaf dan sa’i. Dipimpin oleh H. Kholil sebagai pembimbing ibadah, pelaksanaan thawaf dan sa’i berjalan dengan lancar dan khusu’. Subhanaallah, Maha Suci Allah, Engkau perkenan memanggil dan menghadirkan hamba kembali di rumah-Mu yang suci ini, untuk menghadap langsung tanpa pembatas pada kiblat (Ka’bah) umat Islam di seluruh dunia. Tidak terasa air mata mengalir deras membasahi pipi, sebagai tanda permohonan ampun atas segala dosa yang telah hamba lakukan selama ini. Manusia adalah makhluk yang sangat kecil dan rapuh dihadapan-Mu, rentan melakukan khilaf dan kesalahan, sangat pantas jika manusia dianjurkan untuk selalu bertaubat, memohon ampun pada Sang Ghafar (Maha Pengampun).
Pukul 01.00 waktu setempat, diakhiri dengan memotong beberapa helai rambut (tahallul) di Bukit Marwah, maka selesai sudah prosesi ibadah umrah kami. Saya dan rombongan kembali ke penginapan masing-masing untuk beristirahat setelah menjalani perjalanan yang cukup panjang sambil menunggu waktu sholat Subuh tiba.
Bersambung..!!
Di Pelantaran Masjidil Haram

Komentar

Opini Populer

Bersabar dalam Berhaji

Catatan Perjalanan Ibadah Umrah (- 1 -)

Catatan Perjalanan Ibadah Umrah (- 2 -)