Catatan Perjalanan Ibadah Umrah (- 6 -)
Jabal Uhud, Masjid Qiblatain dan Masjid
Tujuh
Setelah
menghabiskan waktu sekitar 45 menit berada di kebun kurma Madinah, kami bersama
rombongan melanjutkan perjalanan menuju Jabal Uhud, Masjid Qiblatain dan Masjid
Tujuh. Karena waktu sholat Jum’at yang semakin dekat, bis yang membawa
rombongan kami tidak berhenti, hanya melewatinya saja. Pengetahuan tentang
sejarah Jabal Uhud, Masjid Qiblatain dan Masjid Tujuh hanya kami dapatkan dari
penjelasan tour guide kami.
Jabal
Uhud, letaknya kurang lebih 5 km dari pusat kota Madinah. Di bukit inilah
terjadi perang dahsyat antara kaum muslimin melawan kaum musyrikin Mekah. Dalam
pertempuran tersebut gugur 70 orang syuhada di antaranya Hamzah bin Abdul
Muthalib, paman Nabi Muhammad SAW. Kecintaan Rasulullah SAW pada para syuhada
Uhud, membuat beliau selalu menziarahinya hampir setiap tahun. Untuk itu, Jabal
Uhud menjadi salah satu tempat penting untuk diziarahi.
Pada
saat melewati Masjid Qiblatain, tour guide kami mengatakan bahwa pada masa
permulaan Islam, kaum muslimin melakukan shalat dengan menghadap kiblat ke arah
Baitul Maqdis di Yerusalem, Palestina. Pada tahun ke-2 H bulan Rajab pada saat
Nabi Muhammad SAW melakukan shalat Zhuhur di masjid ini, tiba-tiba turun wahyu
surah Al-Baqarah ayat 144 yang memerintahkan agar kiblat shalat diubah ke arah
Masjidil Haram, Mekkah. Dengan terjadinya peristiwa tersebut maka akhirnya
masjid ini diberi nama Masjid Qiblatain yang berarti masjid berkiblat dua.
Masjid
Tujuh yang terletak di kaki bukit Sala’ kurang lebih 3 km sebelah barat laut
Masjid Nabawi juga mempunyai nilai sejarah. Disebut Masjid Tujuh karena
jumlahnya ada tujuh, yaitu :
1.
Masjid Salman;
2.
Masjid Abu Bakar;
3.
Masjid Umar;
4.
Masjid Usman;
5.
Masjid Ali;
6.
Masjid Fatimah, dan;
7.
Masjid Fatah.
Diantara tujuh masjid tersebut, Masjid
Fatah yang memiliki peran penting dalam sejarah Islam pada waktu perang Khandak
(perang parit). Disitulah Rasulullah memanjatkan do’anya selama tiga hari
berturut-turut agar musuh yang banyaknya 10.000 orang dihancurkan dengan
pertolongan Allah SWT.
Di
karenakan mengejar waktu shalat Jum’at yang sudah semakin dekat untuk melaksanakannya
di Masjid Nabawi, bis yang membawa rombongan city tour kami akhirnya menuju
pulang kembali di hotel Wassel Al-Reem tempat kami menginap.
Bersambung...!!
Komentar
Posting Komentar