Ramadhan : Membumikan "5M"

Bulan Ramadhan merupakan bulan Al-Qur’an. Pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT, sebagaimana dalam firman Allah yang artinya “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang bathil)..” (Al-Baqarah : 185)
Dr. Abdul Aziz Kamil (2008) di dalam bukunya “Ramadhan Sepenuh Hati, Agar Anda Terlahir Kembali”, menyatakan bahwa tujuan yang paling agung dari ibadah shaum adalah membersihkan pikiran agar dapat memahami Al-Qur’an. Hal ini menurutnya disebabkan setelah Allah membicarakan kewajiban shaum dalam firmannya (Al-Baqarah : 183), datanglah pembicaraan mengenai turunnya Al-Qur’an pada bulan Ramadhan (Al-Baqarah : 185). Sehingga pengkhususan Ramadhan sebagai bulan shaum itu adalah demi Al-Qur’an. Dan dari sinilah, dapat kita pahami eksistensi bulan Ramadhan dan bahwa shaum itu demi Al-Qur’an sehingga tidak mengherankan bila Ramadhan juga disebut “Bulan Al-Qur’an”.
Orang-orang saleh terdahulu telah betul-betul memahami dan menyadari makna ini secara baik. Mereka juga mengerti bahwa fungsi Ramadhan yang paling besar adalah memperhatikan Al-Qur’an dan melaksanakan ajarannya, serta menjalankan ibadah shaum demi membersihkan hati dan pikiran untuk mereguk hikmah Al-Qur’an.
Suatu hari Imam Az-Zuhri (lahir 50 H dan wafat 124 H) seorang ahli hadits, pernah ditanya mengenai ibadah pada bulan Ramadhan. Lantas beliau dengan singkatnya menjawab, “Sesungguhnya hal itu adalah dengan membaca Al-Qur’an dan memberi makan orang”. Abdurrazzaq juga menceritakan bahwa jika Sufyan Ats-Tsauri (lahir 96 H dan wafat 161 H) memasuki bulan Ramadhan, beliau meninggalkan semua ibadah lainnya yang tidak wajib, dan konsentrasi penuh untuk menekuni ibadah membaca Al-Qur’an. Begitu juga cerita dari Ibnu Abdil Hakam mengenai Imam Malik (lahir 93 H dan wafat 179 H), bahwa apabila Imam Malik ketika memasuki bulan Ramadhan, beliau tidak lagi menghadiri majelis-majelis keilmuan dan beliau berkonsentrasi untuk menekuni tilawah Al-Qur’an. Subhannallah.

Al-Qur’an : “5M”
Wakil Walikota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, MT, MM, dalam sambutannya pada acara Khataman Akbar Juz 6 dan Launching Buku Do’a-Do’a Qur’ani sekaligus Gerakan Pembebasan Lahan secara Berjamaah untuk Pendidikan Lembaga Bayt Al-Qur’an Indonesia, yang dilaksanakan pada hari Minggu 21 Juni 2015 di Balai Diklat Pensiun Bank Kalbar, mengatakan “Al-Qur’an hendaknya bisa menjadi pegangan hidup, bukan Al-Qur’an hanya dipegang-pegang apalagi dipajang di etalase lemari ruang tamu saja”.
Sepenggal kalimat di atas menarik bagi penulis, ketika melihat fenomena anak-anak muda, khususnya di Kota Pontianak, di bulan suci Ramadhan ini masih banyak yang melakukan kegiatan-kegiatan diluar dari nilai-nilai ibadah kepada Allah, apalagi mau mempelajari Al-Qur’an dan memahami isinya. Seperti balapan liar di jalan raya bukannya sholat Subuh, jalan-jalan sore (ngabuburit) yang tidak jelas bukannya tilawah Al-Qur’an, bukannya puasa malah ada yang pesta narkoba, dan asyik main futsal di saat orang lain pada taraweh dan tadarrus Al-Qur’an.
Al-Qur’an jika hanya dipelajari sebatas cara membacanya saja tidaklah cukup, mesti melakukannya dengan cara “5 M”, yakni Membaca, Memahami, Menyampaikan, Mengamalkan dan Menghafal. Inilah yang menurut Ustadz Uzlah Maulana, Direktur Lembaga Bayt Al-Qur’an Indonesia, yang dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan generasi muda kepada Allah SWT.
Jika Al-Qur’an dapat diimani dan dipahami dengan benar (baca “5 M”), maka sangat tidak mustahil umat Islam khususnya generasi muda akan meraih ketaqwaan dan berakhlak mulia. Hasan Al-Basri mengatakan “Hakikat dari akhlak yang mulia adalah mengerahkan segenap tenaga untuk berbuat baik, menghindari hal-hal yang menyakitkan, serta wajah yang ramah.”
Kita selalu berusaha mengkhatamkan Al-Qur’an berkali-kali setiap tahunnya. Hendaklah salah satu khataman kita tahun ini adalah khataman yang penuh perenungan dan perhatian pada maksud kandungannya, dengan niat berpegang teguh pada prinsip-prinsipnya sebelum kita melantunkan huruf demi hurufnya. Semoga kita bisa mulai belajar dan membumikan Al-Qur’an kepada generasi muda dengan cara “5 M” ini, sehingga menjadikan Kalimantan Barat khususnya Kota Pontianak, menjadi generasi-generasi penghafal Qur’an (hafidz/hafidzah). Insyaallah.
Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’an yang agung sebagai penyejuk dan cahaya hati kami, pengusir kesusahan dan kesedihan kami. Ingatkanlah kami apa yang kami lupa darinya, dan ajarilah kami apa yang tidak kami ketahui darinya. Berikanlah kami karunia untuk bisa membacanya siang dan malam, dalam cara yang membuat Engkau ridha kepada kami.. Amin!

Komentar

Opini Populer

Bersabar dalam Berhaji

Catatan Perjalanan Ibadah Umrah (- 1 -)

Catatan Perjalanan Ibadah Umrah (- 2 -)